DPW FSPMI Riau Paparkan Laporan Pertanggungjawaban di Rapim FSPMI 2025

DPW FSPMI Riau Paparkan Laporan Pertanggungjawaban di Rapim FSPMI 2025

Pelalawan, KPonline – Dewan Pimpinan Wilayah Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (DPW FSPMI) Provinsi Riau menyampaikan laporan pertanggungjawaban dalam Rapat Pimpinan (Rapim) FSPMI 2025 hari kedua yang berlangsung di Grand Paragon Hotel, Jakarta. Dengan mengusung tema “Konsisten Berjuang untuk Menang”, FSPMI menegaskan kembali komitmennya dalam memperjuangkan hak-hak buruh dan membangun gerakan serikat pekerja yang semakin kuat di Indonesia.

Ketua DPW FSPMI Riau, Satria Putra, dalam laporannya mengulas berbagai aspek penting terkait kondisi perburuhan di Riau, pencapaian program kerja, strategi pengembangan organisasi, serta tantangan yang dihadapi.

### *Kondisi Perburuhan dan Hubungan Industrial di Riau*
Satria Putra menyoroti kondisi ketenagakerjaan di Provinsi Riau yang masih menghadapi berbagai tantangan. Ia mengungkapkan bahwa pelanggaran normatif terhadap hak-hak buruh masih kerap terjadi, seperti upah yang tidak sesuai ketentuan, ketidakjelasan status kerja, serta lemahnya penegakan hukum ketenagakerjaan.

“Situasi perburuhan di Riau masih sangat kompleks. Masih banyak kasus yang membutuhkan perhatian serius, baik dari serikat pekerja maupun pemerintah. Oleh karena itu, kami terus memperjuangkan hak-hak buruh melalui berbagai aksi, audiensi, dan jalur hukum,” ujar Satria Putra.

### *Pencapaian Program DPW FSPMI Riau*
Meskipun menghadapi berbagai tantangan, DPW FSPMI Riau terus menunjukkan komitmennya dalam memperjuangkan kesejahteraan pekerja. Beberapa pencapaian penting yang disampaikan antara lain:
– Pembentukan Aliansi Buruh Riau Bersatu sebagai wadah perjuangan bersama dalam menghadapi kebijakan yang merugikan buruh.
– Mengawal putusan Mahkamah Konstitusi terkait gugatan terhadap UU Cipta Kerja.
– Memperjuangkan Upah Minimum Sektoral Kabupaten/Kota (UMSK) di sektor perkebunan, pulp & kertas, serta migas melalui forum komunikasi, audiensi, dan aksi-aksi di tingkat provinsi dan kabupaten.

### *Strategi Pengembangan Organisasi*
Untuk memperkuat dan memperluas jaringan serikat pekerja, DPW FSPMI Riau berkomitmen untuk terus melakukan pengorganisasian di berbagai sektor, terutama sektor perkebunan yang masih menghadapi banyak kendala ketenagakerjaan. Kampanye dan propaganda tentang pentingnya berserikat juga akan semakin digencarkan agar lebih banyak pekerja/buruh yang sadar akan hak-haknya dan bergabung dalam perjuangan serikat pekerja.

### *Kendala Organisasi*
Dalam laporannya, DPW FSPMI Riau juga mengungkapkan berbagai hambatan yang dihadapi dalam menjalankan perjuangannya, di antaranya:
– Jarak tempuh yang jauh serta akses komunikasi yang sulit bagi pekerja di sektor perkebunan, yang seringkali menjadi kendala dalam pengorganisasian.
– Kurangnya respons dari instansi pemerintah, terutama Dinas Ketenagakerjaan, dalam menyelesaikan permasalahan buruh.
– Belum dilaksanakannya pendidikan lanjutan seperti advokasi, paralegal, dan pelatihan lainnya yang sangat dibutuhkan untuk meningkatkan kapasitas SDM pengurus dan anggota serikat.

### *Peran Media Perjuangan dan Media Sosial dalam Gerakan Buruh*
Salah satu pilar penting dalam perjuangan FSPMI adalah Media Perjuangan. Media ini berperan besar dalam menyebarkan berita perjuangan buruh, mengedukasi anggota, serta membangun opini publik yang berpihak pada kaum pekerja. Dengan adanya media perjuangan yang kuat, isu-isu ketenagakerjaan dapat lebih cepat tersebar dan mendapatkan perhatian luas, baik dari masyarakat maupun pemerintah.

Selain itu, perkembangan media sosial juga memberikan dampak positif bagi gerakan buruh. DPW FSPMI Riau mencatat adanya peningkatan mutu dalam penggunaan media sosial untuk menyampaikan informasi, membangun solidaritas, serta menggalang dukungan dari berbagai pihak. “Kami terus memanfaatkan media sosial sebagai alat perjuangan, baik untuk menyebarkan informasi, melakukan propaganda, maupun membangun solidaritas antarburuh di berbagai sektor,” kata Satria Putra.

### *Kesimpulan dan Komitmen DPW FSPMI Riau*
Sebagai penutup, DPW FSPMI Riau menegaskan beberapa poin penting sebagai kesimpulan dan komitmen ke depan:
1. Mengembangkan dan memperluas jangkauan organisasi hingga ke seluruh kabupaten/kota di Riau.
2. Meningkatkan pemahaman buruh tentang pentingnya berserikat melalui kampanye, propaganda, dan pemanfaatan media perjuangan serta media sosial.
3. Memperkuat pengorganisasian, khususnya di sektor perkebunan yang masih menghadapi berbagai tantangan ketenagakerjaan.
4. Membangun komunikasi yang lebih baik dan intensif dengan instansi ketenagakerjaan, terutama Dinas Ketenagakerjaan di Riau, agar lebih berkomitmen menjalankan tugasnya sesuai dengan peraturan yang berlaku.

Dengan semangat perjuangan yang terus membara, DPW FSPMI Riau bertekad untuk menciptakan hubungan industrial yang harmonis, humanis, dan berkeadilan bagi seluruh pekerja di Provinsi Riau.

penulis, Heri ( Kontributor MP Pelalawan )
photo, Ketua DPW FSPMI Provinsi Riau, Satria Putra