Bekasi, KPonline – Memulai sebuah usaha bukanlah hal mudah. Apalagi modalnya terbatas. Ungkapan itulah yang dikatakan Riyanto, mantan ketua PUK SPL FSPMI PT. Chemoko Eka Perkasa.
Dengan tujuan untuk merubah kehidupan yang lebih baik pasca di PHK dari perusahaan beberapa tahun yang lalu, ia dengan gigih merintis usaha kuliner gethuk goreng, makanan khas kota Sokaraja, Banyumas, Jawa Tengah.
Mantan buruh pabrik ini memulai usahanya dari satu lapak dan kini sudah menyiapkan untuk membuka cabang di berbagai tempat agar bisa merekrut kawan-kawannya yang ter-PHK atau yang susah mencari kerja untuk bermitra dengannya.
“Saya rencananya akan buka 7 lapak, namun saat ini baru buka 4 lapak, yang 3 lagi masih mencari mitra,” kata Riyanto.
Selama 2 tahun lebih dia baru buka satu lapak. Namun sedikit demi sedikit, usahanya pun kian berkembang pesat dan akhirnya berencana membuka 7 lapak di wilayah Bekasi.
Saat dikonfirmasi Koran Perdjoeangan, berapa omset rata-rata per hari, pria ramah ini mengatakan belum banyak, namun cukup buat kebutuhan hidup sehari-hari. “Omset bersih rata-rata Rp. 250.000 per lapak,” ujar Riyanto.
Berkat kerja keras menjalankan usahanya, kini Riyanto setidaknya punya tabungan lebih untuk bisa menyekolahkan anak-anaknya.
Apalagi dia punya cita-cita agar anaknya bisa lulus hingga sarjana. Anak mantan buruh pabrik bisa sekolah tinggi hingga lulus sarjana, bukan hal mustahil menurutnya. (Yanto)